Senin, 31 Maret 2014

Penalaran Induktif  


              Induktif adalah suatu proses berfikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi). Proses penalaran ini mulai bergerak dari penelitian dan evaluasi atas fenomena-fenomena yang ada. Karena semua fenomena harus diteliti sebelum melangkah lebih jauh ke proses penalaran induktif, maka proses penalaran itu juga disebut sebagai suatu corak berpikir yang ilmiah. Proses penalaran yang induktif dapat dibedakan atas bermacam-macam variasi diantaranya:


1.      Generalisasi

Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tadi. Generalisasi hanya akan mempunyai makna yang penting, kalau kesimpulan yang diturunkan dari sejumlah fenomena tadi bukan saja mencakup semua fenomena itu, tetapi juga harus berlaku pada fenomena-fenomena lain yang sejenis yang belum diselidiki. Generalisasi dapat dibedakan menjadi generalisasi yang berbentuk loncatan induktif dan bukan loncatan induktif.
·   Loncatan induktif adalah sebuah generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang ada belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.
·    Bukan loncatan infuktif adalah sebuah generalisasi tidak mengandung loncatan induktif bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.

2.      Analogi

Analogi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk suatu hal akan berlaku pula untuk hal yang lain.

3.      Hubungan Kausal

Hubungan antara sebab dan akibat (hubungan kausal) didalam dunia modern ini, kadang-kadang tidak mudah diketahui. Tetapi itu tidak berarti bahwa apa yang dicatat sebagai suatu akibat tidak mempunyai sebab sama sekali. Pada umumnya hubungan kausal ini dapat berlangsung dalam tiga pola berikut : sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat.

4.      Hipotesis dan Teori

Generalisasi dan hipotesis memiliki sifat yang tumpang tindih, namun membedakan kedua istilah tersebut sangat perlu. Hipotesis (hypo = dibawah, tithenai = menempatkan) adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta-fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain lebih lanjut. Dan sebaliknya, teori sebenarnya merupakan hipotesis yang secara relatif lebih kuat sifatnya bila dibandingkan dengan hipotesis. 
Teori adalah azas-azas yang umum dan abstrak yang diterima secara ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat dipercaya untuk menerangkan fenomena-fenomena yang ada. Sedangkan hipotese merupakan suatu dugaan yang bersifat sementara mengenai sebab-sebab atau relasi antara fenomena-fenomena, sedangkan teori merupakan hipotese yang telah diuji dan yang dapat diterapkan pada fenomena-fenomena yang releven atau sejenis.

Senin, 24 Maret 2014

Penalaran Deduktif


Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

Silogisme Kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
   Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
   Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
   Akasia membutuhkan air (Konklusi)
 Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
 Contoh:
   Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
   Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
 Contoh:
   Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
   Sebagian pejabat korupsi (minor).
∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
 Contoh:
   Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
   Bambang adalah politikus (premis 2).
 Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
 Contoh:
   Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
   Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
 Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.

Silogisme Hipotesis adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
 Contoh:
   Jika hujan saya naik becak(mayor)
   Sekarang hujan.(minor)
∴ Saya naik becak (konklusi).
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
 Contoh:
   Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
    Sekarang bumi telah basah (minor).
∴ Hujan telah turun (konklusi)
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
 Contoh:
   Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
   Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
∴ Kegelisahan tidak akan timbul.
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
 Contoh:
   Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
   Pihak penguasa tidak gelisah.
∴ Mahasiswa tidak turun ke jalanan.
 Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :
   Nenek Sumi berada di Bandungf atau Bogor.
   Nenek Sumi berada di Bandung.
   Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

Contoh :

My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah
Mn : Kucing berada di luar rumah
K : Jadi, kucing tidak berada di dalam rumah

Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
Contoh entimen:
Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung.

1.Aristo berada di Bandung atau Bali.
Aristo berada di Bandung.
Jadi, Aristo tidak berada di Bali.

2.Semua sarjana adalah orang cerdas.
Dian adalah seorang sarjana.
Jadi,Dian adalah cerdas

Rantai Deduksi
Penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.
Contoh :
a. Semua plecing kangkung pedas rasanya. (hasil generalisasi)
Kali ini saya diberi lagi plecing kangkung.
Sebab itu, plecing kangkung ini juga pasti pedas rasanya. (deduksi)
Saya tidak suka akan makanan yang pedas rasanya. (induksi: generlisasi)
Ini adalah plecing kangkung pedas.
Sebab itu, saya tidak suka plecing kangkung ini. (deduksi)
Saya tidak suka makan apa saja, yang tidak saya senangi (induksi:generalisasi)
Saya tidak suka makanan ini.
Sebab itu saya tidak memakannya. (deduksi)
b. Semua jamu pahit rasanya. (hasil generalisasi)
Kali ini saya diberi lagi jamu.
Sebab itu, jamu ini juga pasti pahit rasanya. (deduksi)
Saya tidak suka akan minuman yang pahit rasanya. (induksi: generlisasi)
Ini adalah jamu pahit.
Sebab itu, saya tidak suka jamu ini. (deduksi)
Saya tidak suka minum apa saja, yang tidak saya senangi (induksi:generalisasi)
Saya tidak suka minuman ini.
Sebab itu saya tidak meminumnya. (deduksi)

Sumber: http://kentangbegadang.blogspot.com/2014/03/penalaran-deduktif.html

Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
contoh penalaran induktif adalah :  kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata:. setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.

Selanjutnya pengertian penalaran induktif menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 :14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1. cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berfikir logis.
2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
3. Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.

Contohnya dalam menggunakan preposisi spesifik seperti:
Es ini dingin. (atau: Semua es yang pernah kusentuh dingin.)
Bola biliar bergerak ketika didorong tongkat. (atau: Dari seratus bola biliar yang didorong tongkat, semuanya bergerak.)
Untuk membedakan preposisi umum seperti:
Semua es dingin.
Semua bola biliar bergerak ketika didorong tongkat.

Induksi kuat:
Semua burung gagak yang kulihat berwarna hitam.
Induksi lemah:
Aku selalu menggantung gambar dengan paku.
Banyak denda mengebut diberikan pada remaja.

Penalaran induktif dimulai dengan pengamatan khusus yang diyakini sebagai model yang menunjukkan suatu kebenaran atau prinsip yang dianggap dapat berlaku secara umum.

Perbedaan dari penalaran deduktif dan induktif adalah, penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.

Jenis – jenis penalaran induktif yaitu :
1. Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.

Contoh :
Hasil UTS mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3KA26 telah keluar. Ternyata dari 40 mahasiswa hanya 10 orang yang mendapat nilai 90. Setengahnya mendapat nilai antara 80 – 65 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 65. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3KA26 cukup pintar dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.

Macam – macam Generalisasi :
a. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
b. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar.
2. Analogi yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.

Contoh :
Danih adalah seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Sandy, dia merupakan seorang polisi yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau mambantu masyarakat melawan kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.
3. Hubungan kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan.
Contoh :
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
Macam – macam Hubungan Kausal :
a. Sebab - akibat
Contoh :
Sejumlah pengusaha angkutan di Bantul terpaksa gulung tikar karena pendapatan yang mereka peroleh tidak bisa menutup biaya operasional. Minimnya pendapatan karena sebagian besar penumpang membayar ongkos dibawah ketentuan tarif yang sudah ditetapkan, akibat ketidakmampuan ekonomi. (Sumber : Kompas, 10 Mei 2008).
b. Akibat -sebab
Contoh :
Andi mendapat nilai yang memuaskan pada ujian semester kenaikan kelas. Dia mendapat rangking pertama di kelasnya. Hasil yang diperoleh Andi ini dia dapatkan karena belajar yang sangat tekun setiap harinya.
c Akibat – akibat
Contoh :
Kemarin Lusi mengalami kecelakaan akibat menabrak pembatas jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut dia mengalami patah kaki dan harus dirawat di rumah sakit.

Teori adalah suatu set dari hubungan antar konstruk, konsep, definisi/batasan, dan preposisi yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena dengan merinci hubungan-hubungan antar variabel, dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena tersebut.
Secara sederhana, teori adalah suatu pemikiran, penelaahan, bisa juga penelitian, yang telah diakui kebenarannya secara ilmiah,.
Fungsi Teori
1. Menjelaskan hakikat dan makna dari sesuatu yang diteliti.
Misalnya: jika penelitian yang dikaji adalah motivasi, maka untuk mengetahui dan menjelaskan tentang motivasi tersebut dapat dilihat melalui teori
2. Menjelaskan hubungan sesuatu yang diteliti dengan hal lainnya.
Misalnya: menjelaskan hubungan motivasi dengan prestasi kerja
3. Landasan untuk menyusun hipotesis penelitian.
Misalnya: Teori menyatakan bahwa motivasi berpengaruh terhadap prestasi kerja. Maka hipotesisnya adalah ”ada pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja”, bunyi hipotesis ini sama seperti apa yang dinyatakan teori tersebut.

Hipotesis adalah dugaan/jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.
Hipotesis terlahir dari teori atau pengalaman empiris. Jika teori menyatakan bahwa A berpengaruh
terhadap B, maka hipotesisnya adalah A berpengaruh terhadap B.
Jenis hipotesis:
• Hipotesis penelitian (substantive hypothesis)
• Hipotesis statistik (statistical hypothesis)

Hipotesis penelitian (Substantive hypothesis): hipotesis yang mengandung pernyataan mengenai hubungan/pengaruh antara dua variabel atau lebih, atau pernyataan mengenai perbedaan suatu objek dengan objek lainnya, sesuai dengan apa yang dikatakan teori.
Hipotesis statistik (Statistical hypothesis): hipotesis yang disajikan dengan memakai simbol-simbol matematika.
• Hipotesis Nol (H0): menyatakan tidak adanya hubungan, atau tidak adanya pengaruh, atau tidak
adanya perbedaan.
• Hipotesis Alternatif (Ha atau H1): menyatakan adanya hubungan, atau adanya pengaruh, atau adanya perbedaan.

Senin, 17 Maret 2014

Penalaran*

   Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi - proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
      Proposisi adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.
      Interferensi merupakan kekeliruan yang disebabkan oleh adanya kecenderungan membiasakan pengucapan (ujaran) suatu bahasa terhadap bahasa lain mencakup pengucapan satuan bunyi, tata bahasa, dan kosakata.
      Implikasi  bermakna keadaan atau keadaaan terlibat, tersimpul, dan termasuk. Lebih luas diartikan ialah mempunyai hubungan keterlibatan, kepentingan umum/kepentingan pribadi sebagai anggota masyarakat.
      Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi.
      Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

      Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi

      Cara menguji autoritas
Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan

Selasa, 21 Januari 2014

Outline Penulisan Ilmiah

Membuat Website Ecommerce Menggunakan Dreamwaver

BAB I. PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang
Dunia  teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat untuk saat ini. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa teknologi sudah menjadi suatu trend di kalangan masyarakat banyak. Dan salah satu teknologi yang paling digemari adalah internet. Internet dapat berfungsi sebagai sarana informasi, komunikasi, rekreasi dan salah satunya dapat digunakan sebagai sarana untuk bisnis. Bisnis menggunakan internet salah satunya adalah ecommerce. Bisnis di dalam internet mempunyai prospek yang sangat bagus. Salah satunya bisnis dalam bidang fashion.
Fashion selalu berkaitan dengan keindahan dan keserasian seseorang dalam berbusana. Penikmat fashion juga tidak pernah berkurang bahkan selalu bertambah seiring dengan perkembangan fashion yang selalu ada pembaharuan.
Website ini diperuntukan bagi penikmat fashion yang mempunyai rutinitas sehari-hari dengan intensitas yang sangat tinggi. Website ini dibuat untuk mempermudah penikmat fashion dalam memilih dan membeli berbagai jenis fashion tanpa harus menghabiskan waktu dan tenaga yang banyak.
Untuk membuat website ini penulis menggunakan software Adobe Dreamwaver dan Mysql.

1.2. Pertanyaan Penelitian
1.            Apa alasan penulis menggunakan Adobe Dreamwaver CS5 dan Mysql?
2.            Apa yang akan dibuat dengan Adobe Dreamwaver CS5 dan Mysql?
3.            Bagaimana cara membuat website sederhana dan menarik?
4.            Bagaimana cara menjalankan website tersebut?

1.3. Tujuan Penelitian
Membuat website ecommerce tentang fashion yang sederhana dengan desain yang menarik agar penikmat fashion mudah dan nyaman dalam menggunakannya.


1.4. Manfaat Penelitian
1.   Pengembangan Ilmu Pengetahuan
            Hasil penulisan ilmiah ini dapat memberikan pengembangan bagi ilmu pendidikan terutama pada penerapan model-model pembelajaran untuk meningkatkan hasil proses pembelajaran dan hasil belajar di manapun.
2.   Bagi Sekolah
       Sebagai bahan masukan bagi sekolah untuk memperbaiki praktik-praktik pembelajaran guru agar menjadi lebih efektif dan efisien sehingga kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa meningkat.


3.   Bagi Siswa
     Meningkatkan hasil belajar dan solidaritas siswa untuk menemukan pengetahuan dan mengembangkan wawasan, meningkatkan kemampuan menganalisis suatu masalah melalui pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif.


4.   Bagi Guru atau Calon Peneliti
Sebagai sumber informasi dan referensi dalam pengembangan penelitian tindakan kelas dan menumbuhkan budaya meneliti agar terjadi inovasi pembelajaran.

5.   Bagi Penulis
            Sebagai sarana belajar untuk mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dengan terjun langsung sehingga dapat melihat, merasakan, dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan selama ini sudah efektif dan efisien.


BAB II. ISI
2.1. Landasan Teori
Adobe Dreamweaver adalah aplikasi desain dan pengembangan web yang menyediakan editor WYSIWYG visual (bahasa sehari-hari yang disebut sebagai Design view) dan kode editor dengan fitur standar seperti syntax highlighting, code completion, dan code collapsing serta fitur lebih canggih seperti real-time syntax checking dan code introspection untuk menghasilkan petunjuk kode untuk membantu pengguna dalam menulis kode. Tata letak tampilan Design memfasilitasi desain cepat dan pembuatan kode seperti memungkinkan pengguna dengan cepat membuat tata letak dan manipulasi elemen HTML. Dreamweaver memiliki fitur browser yang terintegrasi untuk melihat halaman web yang dikembangkan di jendela pratinjau program sendiri agar konten memungkinkan untuk terbuka di web browser yang telah terinstall. Aplikasi ini menyediakan transfer dan fitur sinkronisasi, kemampuan untuk mencari dan mengganti baris teks atau kode untuk mencari kata atau kalimat biasa di seluruh situs, dan templating feature yang memungkinkan untuk berbagi satu sumber kode atau memperbarui tata letak di seluruh situs tanpa server side includes atau scripting. Behavior Panel juga memungkinkan penggunaan JavaScript dasar tanpa pengetahuan coding, dan integrasi dengan Adobe Spry Ajax framework menawarkan akses mudah ke konten yang dibuat secara dinamis dan interface.
Dreamweaver dapat menggunakan ekstensi dari pihak ketiga untuk memperpanjang fungsionalitas inti dari aplikasi, yang setiap pengembang web bisa menulis (sebagian besar dalam HTMLdan JavaScript). Dreamweaver didukung oleh komunitas besar pengembang ekstensi yang membuat ekstensi yang tersedia (baik komersial maupun yang gratis) untuk pengembangan web dari efek rollover sederhana sampai full-featured shopping cart.
Dreamweaver, seperti editor HTML lainnya, edit file secara lokal kemudian diupload ke web server remote menggunakan FTP, SFTP, atau WebDAV. Dreamweaver CS4 sekarang mendukung sistem kontrol versi Subversion (SVN).
Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasi-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non-transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun demikian pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya.
Pada tahap Perancangan Sistem,terdiri dari pembuatan rancangan tampilan utama,tampilan info,tampilan pada menu home,dan perancangan database. Pada tahap Implementasi,Penulis akan menerapkan perancangan dari tahap dasar ke dalam suatu software dengan menggunakan Adobe Dreamweaver CS5,dan MYSQL yang diakselerasikan dengan Mysql dalam membuat database dan Adobe Dreamweaver CS5 sebagai software web design.



BAB III. PENUTUP
3.1. Kesimpulan

1.     Membuat websaite ecommerce yang sederhana dan menarik tidak terlalu sulit.

2.     Tutorialnya sudah banyak tersedia di internet

3.     Semakin berkembangnya dunia fashion membuat variasi dan peminat fashion bertambah banyak

4.     Buatlah website ecommerce yang sedikit banyaknya menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain

5.     Website ecommerce yang penulis buat dengan menggunakan Adobe Dreamwaver CS5 dan Mysql diharapkan dapat membantu penikmat fashion melalui internet, mungkin masih banyak kesalahan dalam pengoperasian dikarenakan masih belajar dan akan berusaha lebih baik lagi ke depannya.


Sumber:

www.google.com

Selasa, 19 November 2013

Kalimat Efektif

Mengenalkan Alat Musik pada Balita Anda

Balita adalah pembelajar yang sangat penasaran, mereka terbuka untuk pengalaman baru terutama jika itu disajikan dalam cara yang menarik. Orangtua dan guru sering menggunakan cara-cara kreatif dan menyenangkan dalam hal mengajarkan musik untuk balita. Bagaimana mengenalkan alat musik pada balita Anda? Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk melakukan hal ini. Semua yang Anda butuhkan adalah kreatifitas dan imajinasi.

Harusnya: Balita mempunyai rasa penasaran yang sangat tinggi, mereka menyukai hal-hal yang baru terutama jika hal baru tersebut disajikan dengan cara yang menarik. Orangtua dan guru sering menggunakan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan dalam hal mengajarkan musik untuk balita. Bagaimana mengenalkan alat musik pada balita anda? anda tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk melakukan hal ini. Yang dibutuhkan adalah kreatifitas dan imajinasi

Sebuah cara yang bagus untuk mengenalkan alat musik pada balita Anda dan mengajarkan konsep musik adalah dengan menggunakan benda sehari-hari yang ditemukan di rumah atau di dalam ruang kelas. Barang seperti pot kecil dan wajan, penutup panci, sendok kayu, botol merica dan garam, botol kaca diisi dengan air, pensil, penal, penggaris, dan lain-lain dapat digunakan untuk membuat berbagai suara.

Harusnya: Cara yang bagus untuk mengenalkan alat musik pada balita anda yaitu dengan menggunakan benda yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti pot kecil dan wajan, penutup panci, sendok kayu, botol merica, dan garam, botol kaca diisi dengan air, pensil, penggaris, dan benda lain yang dapat digunakan untuk menimbulkan berbagai suara.

Biarkan mereka mencoba perkusi yang berbeda dan instrumen tuned seperti lonceng, drum-marakas atau segitiga. Memungkinkan setiap anak untuk bermain dengan instrumen dan membiarkan mereka mengeksplorasi berbagai cara untuk menghasilkan suara dengan menggunakannya.

Harusnya: Biarkan mereka mencoba memainkan perkusi yang berbeda-beda seperti lonceng atau segitiga. Memberikan kesempatan kepada balita untuk bermain dengan instrument dan membiarkan mereka mengeksplorasi berbagai cara untuk menghasilkan suara dari instrument yang mereka mainkan

Aktivitas lain yang menyenangkan bagi anak-anak adalah untuk menciptakan alat musik dari bahan daur ulang. Sebagai contoh membuat gitar kecil dari kotak tisu kosong dan karet gelang. Anda juga dapat membuat shaker dengan mengisi sebuah wadah kosong dengan kacang mentah atau beras. Kegiatan ini tidak hanya mendorong balita untuk belajar musik tetapi juga mengajarkan pentingnya daur ulang.

Harusnya: Bermain dengan bahan daur ulang adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan bagi balita untuk menghasilkan alat musik. Misalnya membuat gitar kecil dari kotak tisu kosong dan karet gelang. Anda juga dapat membuat shaker dengan menggunakan botol kosong yang diisi kacang hijau mentah atau beras. Kegiatan ini tidak hanya mendorong balita untuk belajar musik tetapi juga mengajarkan mereka tentang pentingnya daur ulang.

Biarkan anak-anak mendengarkan musik dari berbagai periode dan budaya. Setelah itu, tanyakan apakah mereka bisa mengidentifikasi setidaknya satu alat musik yang mereka dengar. Tergantung pada musik yang mereka dengarkan, Anda dapat memperpanjang kegiatan ini dengan menggabungkan dengan gerakan. Ini akan membantu anak-anak mengembangkan apresiasi musik dan menjadi lebih sadar akan berbagai jenis musik.

Harusnya: Biarkan balita anda mendengarkan musik dari berbagai periode dan budaya. Setelah itu, tanyakan kepada balita anda, apakah mereka bisa mengidentifikasi setidaknya satu alat musik yang telah balita anda dengar. Berdasarkan dengan musik yang anda perdengarkan kepada balita anda, Anda dapat menggabungkannya dengan gerakan. Gerakan ini akan membantu balita untuk mengembangkan apresiasi musik dan lebih mengerti tentang berbagai jenis music.

Cara sederhana lain untuk mengenalkan alat musik pada balita Anda adalah dengan menyediakan buku mewarnai. Anda dapat menemukan buku mewarnai alat musik di toko buku atau Anda bisa mendapatkannya secara gratis dengan mengunduh dari halaman gratisan di internet. Selamat mencoba!

Harusnya: Cara sederhana lain untuk mengenalkan alat music pada balita anda adalah dengan menyediakan buku mewarnai. Anda dapat menemukan buku mewarnai alat musik di toko buku atau anda dapat mendapatkannya secara gratis dengan mengunduh di internet. Selamat mencoba.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Pemilu 2014

Pemilihan Umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Setelah amandemen keempat UUD 1945 pada 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rezim pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada Pemilu 2004. Pada 2007, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari rezim pemilu. Di tengah masyarakat, istilah "pemilu" lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan setiap 5 tahun sekali.

Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014


Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2014. Ini akan menjadi pemilihan presiden langsung ketiga di 
Indonesia, dan bagi presiden yang terpilih akan mempunyai jabatan tersebut pada jangka waktu sampai lima tahun. Kewajiban Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara konstitusional dilarang ikut untuk ketiga kalinya dalam pemilu.

Sistem Pemilu 2014
Indonesia akan memakai e-voting dengan harapan menerapkan sebuah sistem baru dalam pemilihan umum. Keutamaan dari penggunaan sistem e-voting adalah Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang diharapkan akan segera disiapkan pada tahun 2012 secara nasional dan telah dicoba di enam kabupaten/kota yakni Padang (Sumatera Barat), Denpasar (Bali), Jembrana (Bali), Yogyakarta,Cilegon (Banten) dan Makassar (Sulawesi Selatan).
Berikut adalah beberapa kandidat yang akan mengikuti Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden pada tahun 2014:
Telah Deklarasi:
·         Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar
·         Hary Tanoesoedibjo, Pengusaha Indonesia (berpasangan dengan Wiranto)
·         Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional
·         Prabowo Subianto, Mantan Panglima Kostrad dan Calon Wakil Presiden 2009
·         Sutiyoso, Mantan Gubernur DKI Jakarta
·         Wiranto, Mantan Panglima TNI, Calon Presiden 2004, Calon Wakil Presiden 2009, dan Ketua Umum Partai Hanura
Calon Kandiat:
·         Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia
·         Ani YudhoyonoIbu Negara Indonesia
·         Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina
·         Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara
·         Djoko Suyanto, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
·         Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda Indonesia
·         Endriartono Sutarto, Mantan Panglima TNI
·         Farhat Abbas, Pengacara
·         Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan
·         Irman Gusman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah
·         Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta
·         Jusuf Kalla, Mantan Wakil Presiden
·         Megawati Sukarnoputri, Mantan Presiden
·         Mohammad Mahfud, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi
·         Pramono Edhie Wibowo, Panglima Angkatan Darat
·         Rhoma Irama, Musisi Dangdut dan Aktor
·         Rizal Ramli, ahli ekonomi dan politisi Indonesia
·         Sri Mulyani Indrawati, Direktur Pelaksana Bank Dunia, Mantan Menteri Keuangan
·         Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem

Pemilihan Umum Legislatif Indonesia 2014

Pemilihan umum anggota DPR, DPD dan DPRD Indonesia 2014 berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2014. Ini akan menjadi pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD langsung ketiga di Indonesia.

Pemilihan Umum Anggota DPR

Perubahan peraturan

Dalam undang-undang pemilihan umum terbaru yaitu UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, ambang batas parlemen untuk DPR ditetapkan sebesar 3,5%, naik dari Pemilu 2009 yang sebesar 2,5%.

Peserta

Pada tanggal 7 September 2012, Komisi Pemilihan Umum mengumumkan daftar 46 partai politik yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Pemilu 2014, dimana beberapa partai diantaranya merupakan partai politik yang baru pertama kali mengikuti pemilu ataupun baru mengganti namanya. 9 partai lainnya merupakan peserta Pemilu 2009 yang berhasil mendapatkan kursi di DPR periode 2009-2014. Pada tanggal 10 September 2012, KPU meloloskan 34 partai yang memenuhi syarat pendaftaran minimal 17 buah dokumen. Selanjutnya pada tanggal 28 Oktober 2012, KPU mengumumkan 16 partai yang lolos verifikasi administrasi dan akan menjalani verifikasi faktual. Pada perkembangannya, sesuai dengan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum, verifikasi faktual juga dilakukan terhadap 18 partai yang tidak lolos verifikasi administrasi. Hasil dari verifikasi faktual ini ditetapkan pada tanggal 8 Januari 2013, dimana KPU mengumumkan 10 partai sebagai peserta Pemilu 2014, Berikut adalah daftar partai tersebut beserta nomor urutnya:
Nomor urut
Nama partai
1
Partai Nasdem
2
Partai Kebangkitan Bangsa
3
Partai Keadilan Sejahtera

4
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
5
Partai Golongan Karya
6
Partai Gerakan Indonesia Raya
7
Partai Demokrat
8
Partai Amanat Nasional
9
Partai Persatuan Pembangunan
10
Partai Hati Nurani Rakyat
14
Partai Bulan Bintang
15
Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia
Sementara berikut ini adalah daftar partai yang mendaftar sebagai peserta namun gagal dalam verifikasi awal (*), verifikasi administrasi (**), atau verifikasi faktual (***):Pada 18 Maret 2013, Komisi Pemilihan Umum mengabulkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang memutuskan Partai Bulan Bintang dapat mengikuti Pemilu 2014. PBB ikut menjadi peserta Pemilu 2014 dan mendapat nomor urut 14. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia juga menjadi peserta Pemilu 2014 setelah KPU mengabulkannya pada 25 Maret 2013. PKPI menjadi peserta dengan nomor urut 15.
·         Partai Aksi Rakyat*
·         Partai Barisan Nasional*
·         Partai Bhinneka Indonesia**
·         Partai Bulan Bintang*** (menjadi peserta pemilu setelah gugatannya dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara)
·         Partai Buruh**
·         Partai Damai Sejahtera**
·         Partai Demokrasi Kebangsaan**
·         Partai Demokrasi Pembaruan***
·         Partai Indonesia Sejahtera*
·         Partai Islam*
·         Partai Pemuda Indonesia*
·         Partai Karya Peduli Bangsa**
·         Partai Karya Republik**
·         Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia*** (menjadi peserta pemilu setelah gugatannya dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara)
·         Partai Kebangkitan Nasional Ulama**
·         Partai Kedaulatan**
·         Partai Kongres**
·         Partai Matahari Bangsa*
·         Partai Merdeka*
·         Partai Nasional Republik**
·         Partai Patriot*
·         Partai Peduli Rakyat Nasional***
·         Partai Pelopor*
·         Partai Pemersatu Bangsa*
·         Partai Persatuan Nasional***
·         Partai Republik Indonesia*
·         Partai Republika Nusantara**
·         Partai Republik**
·         Partai Serikat Rakyat Independen**




Pemilihan Umum Anggota DPRD

Perubahan peraturan

Dalam UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, pada awalnya ditetapkan bahwa ambang batas parlemen sebesar 3,5% juga berlaku untuk DPRD. Akan tetapi, setelah digugat oleh 14 partai politik,Mahkamah Konstitusi kemudian menetapkan ambang batas 3,5% tersebut hanya berlaku untuk DPR dan ditiadakan untuk DPRD.

Peserta

Peserta pemilihan umum anggota DPRD adalah partai politik yang sama dengan peserta pemilihan umum anggota DPR, kecuali khusus untuk Provinsi Aceh ditambah dengan partai politik lokal sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan Nota Kesepahaman Helsinki 2005. Berikut adalah daftar 3 partai politik lokal yang ditetapkan oleh Komite Independen Pemilihan Acehsebagai peserta pemilihan umum anggota DPRD di Aceh beserta nomor urutnya:
Nomor urut
Nama partai
11
12
13

Pemilihan Umum 2014 di Mata Mahasiswa

Pemilu 2014 terlihat sedikit berbeda dengan pemilu sebelumnya. Banyaknya wajah-wajah baru yang menghiasi persaingan untuk menjadi Presiden RI yang selanjutnya. Indonesia dipastikan akan mempunyai pemimpin bangsa yang baru. Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  secara konstitusional dilarang ikut untuk ketiga kalinya dalam pemilu.
Seluruh warga NKRI pasti mempunyai satu wacana yang serupa. Siapa yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden selanjutnya? Perubahan apa yang akan diberikan oleh Presiden dan Wakil Presiden selanjutnya? Kemajuan atau kemundurankah? Kemana Bangsa ini akan berlabuh? Apakah menuju kebahagiaan? Ataukah hanya menuju jurang kesengsaraan?
Pada pemilu 2014 sudah dapat dipastikan akan terjadi obral janji yang akan dilakukan oleh para kandidat untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia. Pemilu hanya dijadikan ajang persaingan mencari kekuasaan antar partai politik maupun antar individu.  Namun bukanlah janji yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami sudah bosan dengan janji-janji yang hanya berujung mimpi. Kami butuh pemimpin yang nyata, nyata dalam berucap, nyata dalam bertindak.
Solusi
Pahamilah karakter dari masing-masing kandidat dalam pemilu 2014. Pertimbangkan sepak terjang setiap kandidat di dunia politik selama ini. Pilihlah kandidat dengan menggunakan hati nurani tanpa terpengaruh oleh politik uang. Pilihlah pemimpin yang dapat memajukan bangsa ini ke arah yang lebih baik.
Sumber: